Rabu, 22 Oktober 2014
ciri-ciri makhluk lebai
Dari sudut pandang bahasa
1. Bahasanya berlebihan,
2. Sering menyingkat kata atau kalimat yang sudah ada seenaknya tanpa memerhatikan kesalahan dalam segi berbahasa.
3. Terkadang apa yang dibicarakan tidak sesuai dengan topik pembicaraan.
4. Sering menggunakan bahasa indonesia dan inggris yang logatnya sengaja dibuat sealai mungkin. sewaktu ngomong lidahnya sampai ruwet sehingga intonasi dan makna bahasa yang digunakan tidak jelas dan sulit dimengerti oleh orang lain. Hal ini akan terlihat sangat mengganggu apabila pelaku lebai berdomisi di desa atau kampung.
5. Biasanya orang lebai yang masih di bawah umur mereka punya kebiasaan unik yang ajaib yaitu cara mereka bicara seperti orang dewasa .
6. Suka berbicara bertele-tele dan panjang lebar atau tidak langsung pada pokok bahasan.
7. Meniru gaya bicara artis atau celetukan yang sedang hitz.
Dari sudut pandang psikologi
1. Memiliki kepercayaan diri dan terkadang terlewat PD(percaya diri) dalam membanggakan diri sendiri.
2. Tahan terhadap cacian dan makian.
3. Namun ada juga yang gampang tersinggung dan mudah marah yang kemudian diikuti aksi mencari perhatian pada orang lain.
4. Suka mencari perhatian dengan cara yang tidak wajar, seperti ; teriak-teriak, bermain dengan rambut, dll.
5. Memiliki tingkah laku yang berlebihan.
6. Suka memamerkan apa saja, baik yang berupa barang, harta maupun kelebihan yang dimiliki pada orang lain dengan cara pamer dan berlebihan.
7. Dewasa sebelum usia. Disini pelaku lebai seringkali berdandan dan membicarakan hal-hal yang berbau dewasa, seperti pacar dan lain sebagainya.
8. Pada umumnya pelaku lebai senang membentuk suatu genk dimana disana beranggotakan orang-orang yang kurang lebih sejalan dan sepemikiran dengan mereka.
9. Terkesan sombong dan suka membanggakan diri sendiri
10. Sering membesar-besarkan sesuatu yang terjadi baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.
11. Selalu ingin eksis dimana dan kapanpun berada.
12. Maniac dan suka menirukan artis, sinetron atau sesuatu yang sedang tren baik dilingkungan sosial maupun media massa.
13. Memiliki kebiasaan pengen tahu urusan orang lain.
14. Tidak mengakui diri alay atau lebai. Karena orang pada golongan ini sudah merasa apa yang ia lakukan sudah benar.
15. Berperilaku norak didepan umum.
16. Berlagak sok kaya dengan memamerkan uang atau barang bermerek yang dimiliki.
17. Memiliki kebiasaan suka mengekspos kegitan sehari-hari lewat foto dan jejaring sosial.
18. Berdandan norak dan berlebihan.
19. Memiliki selera fasion dan
20. Memiliki imaginasi yang tinggi
Dari sudut pandang penulisan
1. Menulis dengan menggunakan huruf besar dan kecil secara berganti. Seperti ini: eH KmW lAgIy apHa?? BlS KmEnt AQuwG DumS.
2. Ketika update status dijejaring sosial atau mengirim sms sering menggunakan kata "huft.." "ckckck." "hihihi.." "wkwkwkwk..."hikz..hikz.." dll.
3. Update status selalu berbaur dengan sesuatu yang tidak penting buat orang lain dan hanya dikaitkan dengan kepribadiannya. misalnya. "panas bangat ..huf.." " habis mandi ck.ck.ck." "ge diangkot" "bangun pagi dingin ya’" "capek....huft" "laper....ck.ck." "mau makan" "sedih" “facial dulu..habis dari kebun” dll. yang pasti kata-kata yang diucapkan bukan suatu status yang bisa menjadi bahan pembicaraan yang bermakna.
4. Membuat komentar yang tidak ada hubungan dengan Status yang ada (mengkomentari orang yang benar-benar tidak dikenalnya).
5. tulisan lebai biasanya tidak memperhatikan penggunaan EYD yang baik dan benar.
rindu pada hujan
terik mentari ganas memangsa bumi. tepat dihadapanku, hamparan tanah gersang merekah dalam sekali sampai keperut bumi.angin tak lagi terasa sepoi.dalam hati berbisik lirih 'angin kemana kau bawa awan? apakah awan telah melupakanku?'.hanya diam yang di jawab angin sambil berlalu pergi tanpa permisi.
tanah gersang rindu pada awan pembawa butir-butir uap hitam. biar awan berwarna hitam dan petir menggelegar mencambuk tanah, tanah tak pernah benci pada awan. ada rasa saling membutuhkan diantara mereka yang takmampu terungkap oleh kata, kalimat maupun bait-bait puitis sang pujangga.
rindu akan bau basah tanah. rindu pada kesejukan dan kesegaran air yang mulai mengering dari sumbernya. ditanahku.. tanahku kini mulai gersang..
jika tanah tak mampu bertemu hujan kuatkah tanah? akankah tanah berubah menjadi gurun yang gersang tanpa kehidupan, hanya depermainkan oleh angin yang menggores lembut pasir halus sehingga membentuk pola abstrak maha dasyat. tanah dan gurun itu sama, mereka berada dibumi yang sama.
gurun dan tanah sama mereka merupakan simbol kesetiaan. tanpa lelah dalam senyap jagat raya selalu lantunan indah doa-doa yang hanya mampu dimengerti dan didengar oleh sang pencipta diamini oleh ribuan malaikat yang menghantarkan doa-doa dan harapan dihadapan pencipta.
masih ditempat yang sama meski berubah wajah tanah tak pernah lelah menunggu hujan...seperti gurun menunggu hujan.....
Senin, 20 Oktober 2014
Pengertian Lebay
Secara sederhana pengertian atau arti kata lebay adalah “berlebihan”. Sebenarnya definisi disini lebih pada kesepakatan bersama. Karena kalau kita cari di kamus besar bahasa indonesia (KBBI) kita tidak akan menemukannya. (Percayalah, kangmoes sudah membuktikannya )
Artinya, kita justru berpeluang lebih besar menemukan arti kata lebay jika kita tanya orang2 “gaul” disekitar kita. Dulu kangmoes sendiri menemukan arti kata lebay dari teman dekat kangmoes.
Meskipun tidak sama, pengertian kata lebay sebagai berlebihan, dapat kita padankan dengan kata hiperbol. Hiperbol ada dalam kamus besar bahasa indonesia dan didefinisikan sebagai ucapan atau kiasan yang dibesar-besarkan yang dimaksudkan untuk memperoleh efek tertentu.
Jika dalam sastra kita menggunakan kalimat-kalimat yang hiperbolis bisa menimbulkan efek positif maka lain halnya dengan kata-kata yang bersifat lebay. Kata-kata yang disifati “lebay” oleh anak-anak muda bisa menimbulkan efek negatif seperti ditertawakan, diejek atau dicemooh.
Tapi diluar itu semua, kangmoes merasa berlebihan juga dengan mencari arti kata lebay di kamus besar bahasa indonesia.
















