Senin, 29 Desember 2014

GURU DAN HP

by: intan bt marsudi
npm: 12141359
Apa kata dunia hari gini tanpa hp. dunia serasa kiamat, galau terasa separuh jiwa menghilang, lebih sakit daripada ditinggal pacar pokoknya tanpa HP kita kaya mayat hidup. GARRRRRRRIIIIIING. Sudah bicara kegalauan tanpa HPnya. tahukah anda virus tidak hanya menyerang kaum muda remaja lo... Tapi kaum mbak-mbak, ibuk-ibuk, bapak-bapak, adik-adik, kakak-kakak, aki-aki, nenek-nenek pun sudah terkena virus HP. dengan berbagai jenis layanan aplikasi dan konten yang ada dalam HP menjadikan alat komunikasi yang satu itu menjadi favorit berbagai kalang. jari-jemaripun akan terasa aneh apabila tidak menekan tombol-tombol dan layar di HP milik masing-masing orang. Kegiatan mentelengi HP ini dapat berlangsung seharian penuh tanpa rasa bosan dan letih bagi mereka yang sudah kecanduan bahkan banyak dari kita yang ntah sadar ntah tidak membawa HP tidur bareng.
Guru yang katanya dewa dewi dikelas bagi murid-muridnya pun kini terserang virus HP. Hahaha tak hanya guru dosen juga ia lo. Ada crita disatu ketika disuatu sekolah sedang berlangsung pelajaran, kelas itu riuh sekali dengan teriakkan dan tawa canda anak-anak, dipojokkan ada guru cantik yang sedang tersenyum-senyum... eettth jangan dikira sang guru sedang mentertawakan muridnya. ealah ternyata sang guru sedang menatap layar terpaku,,,online-online. ada lagi crita sewaktu dikampus, dosen datang terlambat dan beliau langsung duduk dimejanya sesudah itu datang mahasiswa membawa makalah untuk presentasi. Dengan sigap sang dosenpun membuka makalah tersebut diatas mejanya plek... plek dan plek dia mulai tersenyum-senyum melihat tulisan-tulisan yang ada diatas makalah tadi. Dikira mahasiswa yang gak tau makalahnya lucu eeee ternyata si dosen sibuk tertawa sendiri sama HPnya, mana yang sedang presentasi diacuhin nanti kalo sudah sadar baru koment. Aduh mau jadi apa bangsa ini jika bapak ibu guru dan dosennya seperti itu.
Sebagi guru dan dosen seharusnya kita sadar tentang hak dan kewajiban kita sewaktu dikelas. Bermain HP bukanlah hal yang tabu dan salah tapi akan menjadi salah apabila sikap kita terlalu berlebihan terhadap HP dan meninggalkan kewajiban yang seharusnya diemban. guru dan dosen yang baik seharusnya mampu memberikan contoh yang baik pula kepada anak didik dan mahasiswanya. Apakah adil apabila guru atau dosen yang sering main HP atau telpon-telponan sewaktu pelajaran berlangsung? Hal tersebut terlihat lebih buruk lagi apabila yang dibicarakan melalui HP tidak ada kaitannya dengan pelajaran dan cenderung kepada masalah pribadi. Bagaimana pula nanti jadinya apabila guru atau dosen tersebut menghadapi murid atau mahasiswa yang kritis dimana karena sering melihat guru atau dosennya sering telpon-telponan atau memainkan HP, mengikuti jejak guru dan dosennya dan lebih parah lagi ketika dosen atau guru tersebut yang menegur anak tersebut dan dijawab teguran guru atau dosen tersebut “Loh, kan ibu/bapak juga tiap hari mainin HP dikelas?”. Rasa malu pasti akan datang dengan sendirinya. Maka dari itu sebelum kita menjadi korban dari tindakan kita sendiri sebagai calon guru sudah selayaknya dan sepantasnya kita merubah kebiasaan kita yang berlebihan terhadap HP. Gunakan HP dengan bijak dan pada tempatnya.

GURU MENOR

by: intan bt marsudi
npm: 12141359

Pernahkah kita sewaktu dijalan bertemu dengan gerombolan ibu-ibu dengan dan danan menor dan wah juga aduhai? Dan tak kalah penting menyita banyak perhatian. Sedang asik melihat mereka melenggang lenggok bak model pasar Klewer dengan berbagai aksosoris dan baju yang rame juga make up tebal.... tiba-tiba mereka berbelok masuk kedalam sekolah. Weee...e...e..e ternyata mereka adalah salah satu guru disekolah tersebut. Owh my god.
Melihat fenomena guru menor sekarang ini sangatlah memerhatinkan. Bagaimana tidak waktu yang seharusnya digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat digunakan untuk kesalon, dokter kecantikan dan shopping. Tidak salah kita sebagai manusia terutama perempuan untuk ingin terlihat cantik dan menarik tapi semua itu harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi, tempat dan profesi. Profesi guru merupakan profesi yang paling dekat dengan anak apa lagi guru SD yang notabennya saja adalah guru dari siswa-siswa sekolah dasar yang masih sangat kecil dan senang meniru. Guru juga merupakan panutan anak didiknya, bagaimana bisa guru menjadi panutan jika dandanannya dan gaya hidupnya tidak mencerminkan tindakan guru yang baik.
Pada zaman sekarang penampilan merupakan modal utama dalam berkerja berkarir dan hidup dalam bermasyarakat. Tak luput juga untuk guru zaman sekarang ini, seorang guru tidak lagi harus berpakaian layaknya Umar Bakri atau R.A Kartini. Tapi guru harus berpenampilan semenarik mungkin untuk menarik perhatian siswanya. Perlu digaris bawahi disini berpenampilan menarik bukan berarti harus berpenampilan menor dengan pemakaian alat make up dan baju yang serba berlebihan. Berpenampilan menarik bagi guru adalah dandanan yang sederhana tapi mempesona, baju yang sederhana tapi terlihat elegan dan berwibawa juga akan semakin indah jika dihiasi dengan akhlak dan kepribadian guru yang baik. Itu baru seorang guru panutan siswanya.

MURIDKU SAYANG MURIDKU TERBUANG

Muridku sayang muridku terbuang
Tercabik cabik
Dada ini tak mampu menghirup oksigen
Kepalan dan pukulan itu terlalu garang mengamuk
Mengamuk ditiap penjuru nurani dan akal
Muridku tersayang sedang apa kau?
Senyum parau menyungging dibibir kecil itu
Jawab wahai muridku
Aku sedang bermain guru
Bermain dengan kehidupan guruku
Dunia ini terlalu garang menyeretku
Menyeret-nyeret tubuh kecil muridmu dulu guruku
Aku terseret dalam kembah hitam kehidupan tak satupun yang mampu menyelamatkan
Tolong aku guruku...tolong...

Ahhh terjaga dari mimpi buruk
Muridku tersayang hari ini apakah kau tlah bisa baca tulis?
Atau kau sedang berada dipojokan sekolah dan berbincang-bincang renyah
Sini mridku
kesini kubacakan dan kucritakan mimpiku semalam
kutitipkan selembar kain merah putih untuk kalian jaga
bukan kalian nodai
muridku tersayang muridku yang malang
tlah banyak dari kalian terbuang
sini ambil kitab ini dan jadikan bekal akhiratmu
by : intan bt marsudi
Resapilah puisi diatas. Dewasa ini kita telah banyak melihat dan menyaksikan sendiri siswa SD kelas tinggi masih belum bisa membaca. Kemana perginya pahlawan dan srikandi pendidikan kita dizaman ini. Bagaiman bisa siswa yang sudah berada di kelas 3,4,5 dan 6 masih terbata-bata mengeja dan ada pula yang sama sekali belum bisa membaca. Kemana perginya para guru? Apakah mereka sedang diburu atau dikejar-kejar penjajah? Ini bukan zaman penjajah lagi kawan. Ini alah zaman kemerdekaan, demokrasi yang mana kita tak perlu takut lagi untuk mengajar disekolah-sekolah kota atau perdesaan yang kecil dan terpencil sekalipun. Setiap anak punya hak dan kebebasan untuk menerima pendidikan yang layak sebagai bayaran mereka dari nama kemerdekaan itu sendiri. Mengapa hal itu bisa terjadi dinegri kita tercinta ini? Siapa yang harus dipersalahkan jika begini? Guru meyalahkan sisiwa karna siswa bodoh, siswa dan orang tua menyalahkan guru karena tidak mengajar dengan baik. Trus saja berdebat dengan opini itu. Lihatlah Diluar sana dunia berkembang sangat pesat ditiap sendinya.
Sudah tiba saatnya kita sebagai calon guru danguru mengintropeksi diri apa saja yang telah dilakukan dan belum dilakukan sehingga terjadi hal itu, murid dan orang tua terutama orang tua juga harus mulai memerhatikan anaknya dengan lebih teliti lagi apakah yang menjadi kendala anak sehingga diusia dan dikelas tersebut nak masih saja mengalami kesulitan membaca. Guru dan orang tua harus bersatu untuk memecahkan hal ini. Guru juga seharusnya mengetahui kelebihan dan kekurangan muridnya agar murid tersebut dapat pendidikan yang layak dan tepat untuknya.
Hal pertama yang harus dilakukan oleh guru dikelas rendah adalah mengajar membaca semaksimal mungkin dan mengadakan jam tambahan untuk anak yang masih kesulitan membaca dan jika semua hal tersebut sudah dilakukan namun anak masih saja kesulitan beri perhatian ekstra dan telusuri penyebabnya. Jika itu masih bisa ditangani guru harus menangani hal tersebut dengan sepenuh hati namun jika hal tersebut sudah merupakan faktor bawaan seperti IQ yang lemah mungkin sebaiknya murid tersebut menerima pendidikan di yang diperuntukkan untuk anak ABK yang mana disana guru yang menangani lebih profesional dalam menghadapi anak yang demikian. Namun butuh pertimbangan yang sangat besar untuk menentukan hal tersebut karena banyak orang tua yang tidak mau menerima kondisi anaknya dan memaksakan anak tersebut diSD umum. Jujur saja sebagai mahasiswa saya juga masih bingung jika harus dihadapkan dengan permaslahan ini, apa sebaiknya anak yang belum bisa membaca dinaikkan kelasnya walaupun dia telah bertahun-tahun dikelas yang sama atau dibiarkan saja dikelas tersebut sampai dia benar-benar bisa membaca atau diperiksa lagi bagaimana kondisinya dan dimasukkan ke SLB?
Namun yang lebih penting dari itu semua adalah usaha kita sebagai guru dan motivasi kita dan orang tua juga lingkungan penting untuk memberikan semangat kepada anak untuk belajar dan bisa membaca. Untuk mewujudkan hal tersebut sekolah juga memainkan peranan yang sangat penting. Jika sekolah membuatkan program-program yang bertemakan membaca disetiap hari, minggu dan tahunan tentu yang namanya anak kesulitan membaca atau bahkan tidak bisa membaca tak akan terjadi dinegri kita tercinta ini.
Kemampuan membaca merupakan pengetahuan yang paling dasar dari pengetahauan. Bagaimana caranya jika kita tak mampu membaca diera sekarang. Semua informasi penting dapat kita peroleh melalui kegiatan membaca, walau tak dipungkiri juga adanya media lain yang dapat digunakan untuk mencari informasi terlebih untuk zaman sekarang yang serba teknologi. Kembali lagi untuk dapat menggunakan teknologi juga memerlukan paduan yang biasanya tertera pada cara pemakaian dan sebagainya.
Dari sinilah kita sebagai seorang calon guru atau guru menanamkan kepada diri kita sendiri untuk mencetak siswa yang bisa membaca, gemar membaca dan menulis. Dan untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kerja sama dari semua orang baik yang ada di sekolah, dirumah, masyarakat dan pemerintah itu sendiri. Jika semua lini ini bergabung bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi satu negara yang maju dan sejahtera. Dengan perpaduan antara keagamaan dan minat membaca yang tinggi yang ditanamkan sejak dini tak akan ada lagi yang namanya koruptor berserakan dipenjuru negri, tak akan ada lagi yang namanya kemiskinan dan ketidak adilan dinegri ini. Oleh sebab itu sebagai calon guru mari kita merubah negara ini dengan langkah pertama kita ubah diri kita dahulu. Jangan sampai kelak anak murid kita setelah lulus dari SD tidak bisa baca tulis, jangan biarkan anak didik kita menjadi orang terbuang dinegaranya sendiri. Mari kita jadikan anak muda generasi bangsa kita pelopor kesejahteraan dan kebajikan. amin

TATKALA GURU MENANGIS

pernahkah kita dulu sewaktu dibangku sekolah dari SD, SMP atau SMA pernah melihat guru menangis dikelas? berbagai macam perasaan dan prasangka baik yang positif maupun negatif berada dibenak kita. terkadang kita akan menghina “ gek nyapo ngnu lo, wes gedi gembengan, guru sisan” jujur itu yang ada dibenak saya dulu, tapi jauh dilubuk hati juga menyesal dan merasa bersalah dengan sikap dan tindakan yang telah kami lakukan dulu. dewasa ini baru saya berfikir kenapa ya bapak/ibu guru saya dulu sampai bisa menangis? dan mungkin perasaan yang mereka alami dahulu perlahan tapi pasti akan dialami oleh saya dan teman-teman calon guru lainnya. pada hakikatnya menjadi seorang guru sejati tidak hanya mentransfer pelajaran dengan benar, datang dan pulang tepat waktu dari sekolahan, mendatangi banyak workshop dan lainnya sebagainya. seorang guru sejati adalah seorang guru yang memikirkan masa depan anak-anak didiknya hingga jauh, hingga dewasa dan menjadi manusia seutuhnya. walaupun mungkin kurang kita sadari dan kadang kita mengacuhkan guru-guru kita tapi ada satu, dua bahkan ratusan dan ribuan guru dari sekian banyak guru yang pernah mengajar kita merupakan orang yang mengkawatirkan masa depan kita. eksperi setiap manusia berbeda-beda dalam mengekspresikan perasaan dan pikirannya tak jarang kita salah faham dengan sikap yang ditunjukkan seseorang kepada kita sehingga terkadang kita mengejek atau mentertawakannya.
coba sejenak bayangkan dan rasakan bagaimana perasaan kita saat mengajar dikelas yang tentu saja didalamnya dihuni oleh banyak anak didik yang memiliki tingkat kecerdasan dan kenakalan yang berbeda hal ini masih dapat dikatakan hal biasa dan bagaimana pula tatkala kita mengajar dikelas dengan sungguh-sungguh kita mengajar namun sama sekali tidak diperhatikan oleh murid dan murid acapkali mengendahkan teguran kita dan sibuk dengan dunianya juga teman-temannya. seorang guru yang baik harus memiliki tingkat kesabaran yang ekstra sabar, ekstra ulet, ekstra telaten. namun pernahkah terpikir oleh kita bahwa guru itu juga merupakan manusia yang berhati dan berperasaan. terkadang jiwa melankolis dan emosi guru secara mendadak dan tiba-tiba akan keluar mengalir dan meluap tatkala tekanan yang sudah dirasakan melebihi batas kemampuannya. ekspresi yang paling sering muncul disini adalah tangisan. biasanya guru perempuanlah yang sering kali menggunakan ekspresi tangisan untuk menggambarkan perasaan yang dia rasakan. hal ini dikarenakan guru perempuan memiliki jiwa yang lembut ketimbang guru cowok. disini bukan saya mau mengatakan bahwa guru laki-laki tidak memiliki jiwa lembut namun cara yang digunakan oleh guru laki-lakilah yang berbeda, karena guru laki-laki cenderung menggunakan logika ketimbang perasaan. namun pada dasarnya sama mereka kecewa dan takut dengan masa depan kita. karena guru sejati, sejatinya memiliki impian yang besar buat anak didik dan negaranya, guru sejati akan selalu memikirkan bagaimana kelak nasip anak didiknya tatkala dewasa nanti. bukan pemahaman materi dan sisi kognitif yang sering kali menjadi kekawatiran guru namun bagaimana kelak masa depan anak didiknya. bukan kekayaan yang diharapkan namun namun berharap kelak anak didiknya mampu menjadi manusia yang benar dan bagaimanapun keadaanya tetap memiliki hati manusiawi bukan hewani, dan sedikit keinginan untuk diingat oleh anak didiknya bukan untuk meminta imbalan Cuma ingin sedikit dikenang. guru yang menangis dikelas bukanlah guru yang cengeng, gembeng tapi guru itu memikirkan masa depan kita anak didiknya.
tangisan
air mata merupakan bagian dari bahasa kalbu
tiap tetesnya mengalir memeras semua dan membawa pergi
semacam aliran sungai
tangisan
apakah langit ikut menangis
jika ibu terpisah dari anaknya
apakah langit ikut menangis
jika seorang gadis ditinggal oleh kekasih yang dicintainya
langit tak menangis
hanya saja terkadang hujan turun
bukan turun membawa kesedihan
hanya sekedar air
yang mampu menghapus dahaga setiap yang hidup di dunia.
by: intan bt marsudi

MENGELUH DISOSMED ( SOSIAL MEDIA)

dewasa ini jika kita amati dengan saksama banyak sekali kita mendengar, melihat dan membaca keluh kesah dari orang-orang yang gak jelas. gak di masalah ekonomi, masalah keluarga, masalah pekerjaan, masalah disana sini, sampai-sampai masalah yang paling sepelepun menjadi bahan berat untuk dikeluhkan. bayangkan jika otak anak setiap hari di jejali dengan keluh kesah orang tua kesekitarnya? anak yang seharusnya hanya perlu tahu dunia bermain akan kehilangan masa bermainnya dan dewasa sebelum usia, tak hanya itu karakter anak juga akan terpengaruh yaitu anak akan menjadi pribadi yang suka mengeluh dan tidak pintar dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi. disini akan timbul yang namanya depresi atau tekanan batin.
percaya gak percaya orang indonesia itu paling suka mengeluh dan paling hobi lagi kalo keluhannya diekspos disosmed. gak percaya???? mari kita buka facebook, lalu mari kita intip sejenak kronologi kita sendiri lihat apa yang kita tulis disana hahaha anda tertawa sendirikan sekarang, oke sekarang kita cuss ke beranda lihatin deh percaya gak percaya aja sekarang. setelah facebook kita beralih ke twitter seperti facebook tadi lihatin lagi dengan seksama, tertawa sendiri lagi kan???? gak perlu berlama-lama sekarang anda lihat ke BBM yang anda punya liat umpan yang dikirimkan teman-teman anda apa yang anda lihat? tak ayal hanya dengan melihat 3 sosmed tadi kita bisa melihat banyak sekali keluhan yang dari penting ke tidak penting, yang dari yang perlu diomgin ke yang tidak perlu diomongin, yang dari seharusnya rahasia malah menjadi tidak, yang dari permasalahan pribadi menjadi permasalahan massal. yang menjadi permasalah sekarang adalah salah atau tidaknya kita mengeluh? so pasti yang namanya mengeluh itu manusiawi banget. namanya juga manusia ada saatnya pasti merasa beban yang dipikul berat banget dan butuh tempat untuk mencurahkan semuanya agar ringan dikit, ya salah satunya liwat sosmed tadi. tapi kalo dilihat-lihat lagi gak etis deh menuliskan masalah pribadi kita di sosmed. banyak dampak negatif yang akan kita terima daripada dampak positifnya. dibawah ini merupakan dampak negatif dari mengeluh disosmed
1. dicap galauan
2. permasalahan kita jadi permasalahan massal karena banyak banget yang uda tau,sebanyak jumlah teman dikontak sosmed plus temen mereka yang diajakin liat-liat plus intip-intip beranda atau apalah itu.
3. kalo lagi sedih trus nulis sesuatu disosmed pasti kalo uda nulis satu pasti beruntun ke yang 2 ke 3 dst. baca lagi malu sendiri
4.
dampak positif
1. agak lega setelah menulis disosmed
bagaimana perasaan anda sekarang setelah membaca tulisan ini. saran dari saya daripada kita berkeluh kesah disosmed akan lebih baik jika kita beralih kebuku diary, dan sangat-sangat lebih baik, lebih jempol dan lebih elegan tingkat jagat raya adalah kita berkeluh kesah dalam doa kita kepada tuhan yang maha esa. selain kita lega kita juga mendapat ketenangan batin yang hakiki dan tanpa perlu kawatir bocor ke orang-orang. ingat ya teman-teman tuhan gak punya sosmed jadi kalo kalian bawa-bawa nama tuhan waktu doa disosmed tuhan gak peduli, karena tuhan punya cara tersendiri untuk mendengarkan doa-doa indah dari hambanya. oya saya juga mau kasi saran yang yahut pada kalian penggemar sosmed, daripada kalian nulis-nulis gak jelas disosmed akan lebih baik kita simpan cerita kita trus dengan sedikit sentuhan keajaiban kita ramu dalam bentuk cerita bisa puisi, cerpen, novel atau tahap klimaks adalah biografi. usssst keren so pasti, kalo beruntung dicetak trus dapat penghasilan hahahah tambah keren deh pokoknya. oke selamat merubah kebiasaan dan selamat mencoba.

K-13 DIHAPUS?

Sudahkah anda mendengar berita yang santer beredar saat ini tentang penghapusan k-13? Bagaimana menurut pendapat anda tentang k-13 itu sendiri? Pro dan kontra tentang kurikulum di indonesia memang sudah bukan menjadi brita yang asing bagi penduduk indonesia, bagaimana tidak hampir setiap kali pergantian menteri pendidikan acap kali dibarengi dengan pergantian kurikulum pula. Sebenarnya tujuan dari semua menteri pendidikan itu baik yaitu untuk menyempurnakan dan memperbaiki kurikulum yang berlaku agar peserta didik mendapat layanan pendidikan yang terbaik dan bermutu juga sesuai dengan tuntutan jaman. Perlu diketahui juga sekarang ini menurut survey yang dilakukan oleh unesco indonesia mendapatkan lapor merah lagi untuk dunia pendidikannya.
Balik lagi ke k-13. Tentang penghapusan k-13 ini banyak masyarakat dan guru itu sendiri yang sudah salah faham dalam menanggapi hal tersebut. Sebenarnya k-13 bukannya dihapus hanya saja dihentikan untuk sementara waktu. Hal tersebut dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi, menyiapkan dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada pada k-13 sehingga nantinya k-13 tidak lagi menjadi kurikulum galau dan guru-guru lebih mengerti dan mampu menerapkan k-13 dikelas dengan lebih baik.
Banyaknya keluhan yang disampaikan oleh guru, siswa dan masyarat tentang K-13 ini mengindikasikan bahwa kurikulum ini masih belum matang dan masih butuh pembenahan. Selain itu bukan ingin mengkritik menteri pendidikan yang dinilai galauan dan agak sedikit plinplan tapi memang secara kasat mata atau dari mata masyarakat umum memang terlihat demikian. Indonesia merupakan negara yang paling sering dan paling banyak berganti kurikulum. Hampir disetiap pergantian menteri pasti akan debarengi oleh pergantian kurikulum juga. tujuan utama dari pergantian kurikulum sendiri sebenarnya bertujuan mulia yaitu untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Namun apabila terlalu sering berganti kurikulum akan berdampak negatif juga pada akhirnya, apa lagi jika pencabutan atau pergantian kurikulum berlangsung singkat. keberhailan sebuah kurikulum tidak dapat dilihat dengan cepat dan instan. perlahan tapi pasti sebuah kurikulum akan berhasil apabila guru dan siswa telah terbiasa dan mampu menerapkan kurikulum tersebut dengan baik.
lepas dari itu semua, semoga dengan adanya perbaikan untuk K-13 ini dapat mengurangi kebingungan masyarakat tentang K-13. Juga sebagai evaluasi bagi pemerintah untuk mematangkan lagi pengetahuan guru tentang K-13 itu sendiri, sehingga kelak apabila K-13 kembali dipakai tidak ada keluhan dan kebingungan seperti sekarang ini.