Senin, 29 Desember 2014

GURU MENOR

by: intan bt marsudi
npm: 12141359

Pernahkah kita sewaktu dijalan bertemu dengan gerombolan ibu-ibu dengan dan danan menor dan wah juga aduhai? Dan tak kalah penting menyita banyak perhatian. Sedang asik melihat mereka melenggang lenggok bak model pasar Klewer dengan berbagai aksosoris dan baju yang rame juga make up tebal.... tiba-tiba mereka berbelok masuk kedalam sekolah. Weee...e...e..e ternyata mereka adalah salah satu guru disekolah tersebut. Owh my god.
Melihat fenomena guru menor sekarang ini sangatlah memerhatinkan. Bagaimana tidak waktu yang seharusnya digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat digunakan untuk kesalon, dokter kecantikan dan shopping. Tidak salah kita sebagai manusia terutama perempuan untuk ingin terlihat cantik dan menarik tapi semua itu harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi, tempat dan profesi. Profesi guru merupakan profesi yang paling dekat dengan anak apa lagi guru SD yang notabennya saja adalah guru dari siswa-siswa sekolah dasar yang masih sangat kecil dan senang meniru. Guru juga merupakan panutan anak didiknya, bagaimana bisa guru menjadi panutan jika dandanannya dan gaya hidupnya tidak mencerminkan tindakan guru yang baik.
Pada zaman sekarang penampilan merupakan modal utama dalam berkerja berkarir dan hidup dalam bermasyarakat. Tak luput juga untuk guru zaman sekarang ini, seorang guru tidak lagi harus berpakaian layaknya Umar Bakri atau R.A Kartini. Tapi guru harus berpenampilan semenarik mungkin untuk menarik perhatian siswanya. Perlu digaris bawahi disini berpenampilan menarik bukan berarti harus berpenampilan menor dengan pemakaian alat make up dan baju yang serba berlebihan. Berpenampilan menarik bagi guru adalah dandanan yang sederhana tapi mempesona, baju yang sederhana tapi terlihat elegan dan berwibawa juga akan semakin indah jika dihiasi dengan akhlak dan kepribadian guru yang baik. Itu baru seorang guru panutan siswanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar