by: intan bt marsudi
npm: 12141359
Apa kata dunia hari gini tanpa hp. dunia serasa kiamat, galau terasa separuh jiwa menghilang, lebih sakit daripada ditinggal pacar pokoknya tanpa HP kita kaya mayat hidup. GARRRRRRRIIIIIING. Sudah bicara kegalauan tanpa HPnya. tahukah anda virus tidak hanya menyerang kaum muda remaja lo... Tapi kaum mbak-mbak, ibuk-ibuk, bapak-bapak, adik-adik, kakak-kakak, aki-aki, nenek-nenek pun sudah terkena virus HP. dengan berbagai jenis layanan aplikasi dan konten yang ada dalam HP menjadikan alat komunikasi yang satu itu menjadi favorit berbagai kalang. jari-jemaripun akan terasa aneh apabila tidak menekan tombol-tombol dan layar di HP milik masing-masing orang. Kegiatan mentelengi HP ini dapat berlangsung seharian penuh tanpa rasa bosan dan letih bagi mereka yang sudah kecanduan bahkan banyak dari kita yang ntah sadar ntah tidak membawa HP tidur bareng.
Guru yang katanya dewa dewi dikelas bagi murid-muridnya pun kini terserang virus HP. Hahaha tak hanya guru dosen juga ia lo. Ada crita disatu ketika disuatu sekolah sedang berlangsung pelajaran, kelas itu riuh sekali dengan teriakkan dan tawa canda anak-anak, dipojokkan ada guru cantik yang sedang tersenyum-senyum... eettth jangan dikira sang guru sedang mentertawakan muridnya. ealah ternyata sang guru sedang menatap layar terpaku,,,online-online. ada lagi crita sewaktu dikampus, dosen datang terlambat dan beliau langsung duduk dimejanya sesudah itu datang mahasiswa membawa makalah untuk presentasi. Dengan sigap sang dosenpun membuka makalah tersebut diatas mejanya plek... plek dan plek dia mulai tersenyum-senyum melihat tulisan-tulisan yang ada diatas makalah tadi. Dikira mahasiswa yang gak tau makalahnya lucu eeee ternyata si dosen sibuk tertawa sendiri sama HPnya, mana yang sedang presentasi diacuhin nanti kalo sudah sadar baru koment. Aduh mau jadi apa bangsa ini jika bapak ibu guru dan dosennya seperti itu.
Sebagi guru dan dosen seharusnya kita sadar tentang hak dan kewajiban kita sewaktu dikelas. Bermain HP bukanlah hal yang tabu dan salah tapi akan menjadi salah apabila sikap kita terlalu berlebihan terhadap HP dan meninggalkan kewajiban yang seharusnya diemban. guru dan dosen yang baik seharusnya mampu memberikan contoh yang baik pula kepada anak didik dan mahasiswanya. Apakah adil apabila guru atau dosen yang sering main HP atau telpon-telponan sewaktu pelajaran berlangsung? Hal tersebut terlihat lebih buruk lagi apabila yang dibicarakan melalui HP tidak ada kaitannya dengan pelajaran dan cenderung kepada masalah pribadi. Bagaimana pula nanti jadinya apabila guru atau dosen tersebut menghadapi murid atau mahasiswa yang kritis dimana karena sering melihat guru atau dosennya sering telpon-telponan atau memainkan HP, mengikuti jejak guru dan dosennya dan lebih parah lagi ketika dosen atau guru tersebut yang menegur anak tersebut dan dijawab teguran guru atau dosen tersebut “Loh, kan ibu/bapak juga tiap hari mainin HP dikelas?”. Rasa malu pasti akan datang dengan sendirinya. Maka dari itu sebelum kita menjadi korban dari tindakan kita sendiri sebagai calon guru sudah selayaknya dan sepantasnya kita merubah kebiasaan kita yang berlebihan terhadap HP. Gunakan HP dengan bijak dan pada tempatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar