Senin, 29 Desember 2014

MURIDKU SAYANG MURIDKU TERBUANG

Muridku sayang muridku terbuang
Tercabik cabik
Dada ini tak mampu menghirup oksigen
Kepalan dan pukulan itu terlalu garang mengamuk
Mengamuk ditiap penjuru nurani dan akal
Muridku tersayang sedang apa kau?
Senyum parau menyungging dibibir kecil itu
Jawab wahai muridku
Aku sedang bermain guru
Bermain dengan kehidupan guruku
Dunia ini terlalu garang menyeretku
Menyeret-nyeret tubuh kecil muridmu dulu guruku
Aku terseret dalam kembah hitam kehidupan tak satupun yang mampu menyelamatkan
Tolong aku guruku...tolong...

Ahhh terjaga dari mimpi buruk
Muridku tersayang hari ini apakah kau tlah bisa baca tulis?
Atau kau sedang berada dipojokan sekolah dan berbincang-bincang renyah
Sini mridku
kesini kubacakan dan kucritakan mimpiku semalam
kutitipkan selembar kain merah putih untuk kalian jaga
bukan kalian nodai
muridku tersayang muridku yang malang
tlah banyak dari kalian terbuang
sini ambil kitab ini dan jadikan bekal akhiratmu
by : intan bt marsudi
Resapilah puisi diatas. Dewasa ini kita telah banyak melihat dan menyaksikan sendiri siswa SD kelas tinggi masih belum bisa membaca. Kemana perginya pahlawan dan srikandi pendidikan kita dizaman ini. Bagaiman bisa siswa yang sudah berada di kelas 3,4,5 dan 6 masih terbata-bata mengeja dan ada pula yang sama sekali belum bisa membaca. Kemana perginya para guru? Apakah mereka sedang diburu atau dikejar-kejar penjajah? Ini bukan zaman penjajah lagi kawan. Ini alah zaman kemerdekaan, demokrasi yang mana kita tak perlu takut lagi untuk mengajar disekolah-sekolah kota atau perdesaan yang kecil dan terpencil sekalipun. Setiap anak punya hak dan kebebasan untuk menerima pendidikan yang layak sebagai bayaran mereka dari nama kemerdekaan itu sendiri. Mengapa hal itu bisa terjadi dinegri kita tercinta ini? Siapa yang harus dipersalahkan jika begini? Guru meyalahkan sisiwa karna siswa bodoh, siswa dan orang tua menyalahkan guru karena tidak mengajar dengan baik. Trus saja berdebat dengan opini itu. Lihatlah Diluar sana dunia berkembang sangat pesat ditiap sendinya.
Sudah tiba saatnya kita sebagai calon guru danguru mengintropeksi diri apa saja yang telah dilakukan dan belum dilakukan sehingga terjadi hal itu, murid dan orang tua terutama orang tua juga harus mulai memerhatikan anaknya dengan lebih teliti lagi apakah yang menjadi kendala anak sehingga diusia dan dikelas tersebut nak masih saja mengalami kesulitan membaca. Guru dan orang tua harus bersatu untuk memecahkan hal ini. Guru juga seharusnya mengetahui kelebihan dan kekurangan muridnya agar murid tersebut dapat pendidikan yang layak dan tepat untuknya.
Hal pertama yang harus dilakukan oleh guru dikelas rendah adalah mengajar membaca semaksimal mungkin dan mengadakan jam tambahan untuk anak yang masih kesulitan membaca dan jika semua hal tersebut sudah dilakukan namun anak masih saja kesulitan beri perhatian ekstra dan telusuri penyebabnya. Jika itu masih bisa ditangani guru harus menangani hal tersebut dengan sepenuh hati namun jika hal tersebut sudah merupakan faktor bawaan seperti IQ yang lemah mungkin sebaiknya murid tersebut menerima pendidikan di yang diperuntukkan untuk anak ABK yang mana disana guru yang menangani lebih profesional dalam menghadapi anak yang demikian. Namun butuh pertimbangan yang sangat besar untuk menentukan hal tersebut karena banyak orang tua yang tidak mau menerima kondisi anaknya dan memaksakan anak tersebut diSD umum. Jujur saja sebagai mahasiswa saya juga masih bingung jika harus dihadapkan dengan permaslahan ini, apa sebaiknya anak yang belum bisa membaca dinaikkan kelasnya walaupun dia telah bertahun-tahun dikelas yang sama atau dibiarkan saja dikelas tersebut sampai dia benar-benar bisa membaca atau diperiksa lagi bagaimana kondisinya dan dimasukkan ke SLB?
Namun yang lebih penting dari itu semua adalah usaha kita sebagai guru dan motivasi kita dan orang tua juga lingkungan penting untuk memberikan semangat kepada anak untuk belajar dan bisa membaca. Untuk mewujudkan hal tersebut sekolah juga memainkan peranan yang sangat penting. Jika sekolah membuatkan program-program yang bertemakan membaca disetiap hari, minggu dan tahunan tentu yang namanya anak kesulitan membaca atau bahkan tidak bisa membaca tak akan terjadi dinegri kita tercinta ini.
Kemampuan membaca merupakan pengetahuan yang paling dasar dari pengetahauan. Bagaimana caranya jika kita tak mampu membaca diera sekarang. Semua informasi penting dapat kita peroleh melalui kegiatan membaca, walau tak dipungkiri juga adanya media lain yang dapat digunakan untuk mencari informasi terlebih untuk zaman sekarang yang serba teknologi. Kembali lagi untuk dapat menggunakan teknologi juga memerlukan paduan yang biasanya tertera pada cara pemakaian dan sebagainya.
Dari sinilah kita sebagai seorang calon guru atau guru menanamkan kepada diri kita sendiri untuk mencetak siswa yang bisa membaca, gemar membaca dan menulis. Dan untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kerja sama dari semua orang baik yang ada di sekolah, dirumah, masyarakat dan pemerintah itu sendiri. Jika semua lini ini bergabung bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi satu negara yang maju dan sejahtera. Dengan perpaduan antara keagamaan dan minat membaca yang tinggi yang ditanamkan sejak dini tak akan ada lagi yang namanya koruptor berserakan dipenjuru negri, tak akan ada lagi yang namanya kemiskinan dan ketidak adilan dinegri ini. Oleh sebab itu sebagai calon guru mari kita merubah negara ini dengan langkah pertama kita ubah diri kita dahulu. Jangan sampai kelak anak murid kita setelah lulus dari SD tidak bisa baca tulis, jangan biarkan anak didik kita menjadi orang terbuang dinegaranya sendiri. Mari kita jadikan anak muda generasi bangsa kita pelopor kesejahteraan dan kebajikan. amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar