Menjadi guru bukanlah sesuatu yang mudah. Bagaimana tidak guru tidak hanya direpotkan dengan segudang tugas yang diberikan sekolah untuknya tapi juga mengurusi anak orang yang jumlahnya sangat besar, dengan bermacam bentuk perilaku, karakter dan latar belakang keluarga. Dewasa ini begitu banyak orang tua yang protes dengan kinerja guru sekarang yang dianggapnya kurang kompeten dalam mendidik dan mengajar anaknya. Jika nilai anaknya jelek atau turun pasti yang disalahkan orang tua adalah sekolah atau bimbel tempat anaknya menimba ilmu.
Sebenarnya sah-sah saja bila orang tua murid berfikiran demikian karena tujuan utama dari berdirinya sekolah atau lembaga yang bergerak dibidang pendidikan adalah untuk mencerdaskan anak bangsa. Namun perlu diketahui juga bahwa mengajar dan mendidik anak itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, tidak semudah yang tampak pada lahiriah.
Diprotes atau dimarahi orang tua merupakan hal wajar yang dihadapi oleh guru atau calon guru itu sendiri. Seorang guru sebaiknya sebelum menemui orang tua murid terlebih dahulu harus mengenal karakter siswanya terlebih dahulu dan mempersiapkan mental dan juga hal-hal yang perlu disampaikan kepada orang tua murid agar setiap permasalahan mampu dipecahkan secara bijak dan orang tua murid juga tidak salah faham terhadap sekolah maupun lembaga pendidikan.
Jujur saja rasa geram bercampur rasa bersalah baik terhadap murid maupun orang tuanya pasti ada, dan hal tersebut sangatlah manusiawi. Tapi balik lagi seorang guru atau calon seorang guru tidak akan menjadi guru yang baik bila belum merasakan tamparan seperti diatas. Untuk lebih bijaknya setiap permasalahan yang terjadi baik di sekolah maupun diluar sekolah sebaiknya itu dianggap sebagai sebuah cambuk bagi guru maupun calon guru sebagai sarana yang bagus untuk memperbaiki kinerja dan cara mengajarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar