lirih
Cinta itu ibarat butowali pait dan menyedihkan. Diluar cinta tampak megah indah bak pelangi disenja hari. Sang hati mengapa engkau selalu terpesona pada yang salah, tidakkah kau letih dengan rasa sakit yang acap kali kau terima? Atau kau memang suka akan rasa pedih yang selalu kau terima? Andai hati memiliki fikiran dan sedikit logika tak mungkin dia melukai dirinya untuk kesekian kali dari kesekian kalinya.
Hati itu lembut, kasar, keras dan menyakitkan. Kadang aku merasa jika kondisi tubuhku sehat tak menampik pula hatiku sakit. Asmaku juga tidak lagi kambuh tapi dada ini mendadak sesak. Dalam benak aku bertanya lirih, lirih sekali hingga hanya aku dan tuhan yang mengetahui dan mendengarnya. Sakit tuhan, aku tak tahu ini apa, tapi sakit, rasa yang sama aku rasakan kemarin bahkan aku tak mengerti apakah lebih sakit yang kemarin atau yang ini. Entahlah, Jiwa dan fikiran bergejolak tak karuan, sunyi dan diam berusaha menyembunyikan apa yang ku rasakan sekarang. Ini mungkin jalan terbaik yang mungkin bisa aku ambil agar aku bisa lebih tegar dan mampu menerima semua suratan yang maha kuasa.
Sekali lagi air mata bagaikan ingin mengalir, tapi aku tahan agar ia tak jatuh terurai tanpa alasan. Aku masih bingung akan jawaban mengapa tiba-tiba hatiku sakit. Kata-kata “tak memiliki tapi merasakan kecemburuan”. Tuhan aku gak mau seperti itu, itu sangat menyakitkan. Mengapa aku dengan mudahnya terbuai dengan ketidak pastian, selalu saja dan sering sekali aku terbuai dengan perasaan dan angan-angan kosongku sendiri.
Andai rasa nyaman itu tak datang membawa benih-benih kekacauan dihatiku. Aku mungkin akan baik-baik saja dengan hidup dan ketenangan hati yang baru saja aku peroleh dengan susah payah. Pengalaman selalu mengajarkan pada manusia untuk bertindak bijak dan lebih berhati-hati dimasa mendatang. Mencegah mengalaman buruk, rasa tidak nyaman, dan kesakitan yang dulu selalu menyiksa dan menorehkan luka yang dalam di hati.
“Sekali lagi jangan salahkan orang lain karena mengecewakanmu. Salahkan dirimu sendiri, karena berharap terlalu banyak kepada mereka” kata-kata cuplikan dari mantan presiden RI ke-2 itu mungkin cukup mewakili apa yang sedang berkecamuk dalam hatiku saat ini.
Ambil yang pasti dan buang yang tak pasti. Huuuuhhh sakiiitnya tu disini....bukan disana. Walau gak terucap cukup kalian tahu jika aku menjauh bukan berarti niatku buat menjauh tapi hanya untuk menyakinkan hati dan untuk mengantisipasi terjun kejurang yang lebih dalam lagi. Sudah cukup rasanya terjatuh dan mencoba mendaki dari dasar jurang menuju kepermukaan. Jika benar adanya coba lihat dunia dari sisiku bukan hanya melihat dunia dari sisimu sendiri.
Sudah banyak yang datang hanya singgah lalu pergi, pergi bersama bidadari lain dan aku disini hanya menjadi pelarian sesaat, penghibur ketika mereka sendiri, ketika mereka dalam keterpurukan, ketika tiada yang peduli. Namun akan ada hari dimana mereka mendapat seseorang yang mereka inginkan inilah saatnya aku akan menghilang... Jauuuh jauh sekali hingga mereka akan bahagia dengan pilihan mereka dan aku akan menghilang bagai ditelan bumi dengan membawa dalam diam semua rasa dan semua rahasia yang aku simpan sendiri menuju ke sungai sakit dan bermuara kehati. Disini hanya akan ada aku dan penciptaku walau diam tapi cukup setia mendengar setiap doa dan membawa damai dihati meski perlahan namun dapat aku rasakan ditiap harinya hingga rasa sakit itu pun pergi menjauh dan hanya menjadi potongan-potongan kecil kenangan.
Ia kenangan yang hanya aku dan tuhanku yang tau dan dapat merasakannya.
******
Tidak ada komentar:
Posting Komentar