Senin, 29 Desember 2014

GURU GILA

Guru gila? Apa yang terlintasd alam pikiran kita saat kita mendengar kalimat tersebut? Bagi mereka yang belum mengerti pasti akan menjawab dengan guru yang sudah hilang akal atau stres. Disini penulis tidak menyalahkan siapapun mengenai makna kalimat diatas yaitu guru gila. Namun menurut penulis guru gila mempunyai banyak pengertian, yang mana ada yang positif ada juga yang negatif.Untuk itu mari kita uraikan satu-persatu pendapat saya diatas. pernahkah anda mendengar cerita tentang seorang guru diluar jawa dan terpelosok yang terisolisir dengan gaji tak sampai 10ribu rupiah yang masih dengan semangatnya mendidik dan mengajar siswanya digubuk reot? dialah guru gila. guru yang tingkat kegilaannya sangat mengagumkan, ketika guru-guru dikota-kota besar mengeluhkan gaji dan kemakmuran hidup, guru gila itu masih setia dengan muridnya dengan segala keterbatasannya dan minimnya fasilitas yang ia peroleh. coba renungkan lagi kawan sudah pantaskah kita mendapatkan gaji yang besar dengan pengorbanan yang kita lakukan untuk negri ini? pikirkan lagi tentang apa yang sudah kita korbankan untuk bangsa ini? apa? jika dibandingkan dengan pengorbanan beliau tentu belum seberapa malah mungkin kita terbilang sangat jauh tertinggal dibelakang dengan berbagai keluh kesah kita yang panjang kali lebar.
Guru pada zaman sekarang ini dapat dikatakan bak tukang. Bila ada upah baru mau bergerak mengajar jika tidak ada upah ya gak bergerak-gerak. Kapan mau maju negara ini jika banyak guru yang demikian. Sebagai generasi penerus sudah saatnya kita calon guru melakukan tindakan dengan mengubah cara berfikir dari menjadi guru tukang menjadi sekurang-kurangnya guru berprofesi atau lebih canggihnya guru panggilan jiwa.
Bagaimana cara? Ya dengan kita dengan gila-gilaan mengubah cara kita berfikir dan sikap kita menanggapi berbagai masalah seputar pendidikan disekeliling kita sekarang ini. Mendidik dengan hati bukan dibayar baru bekerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar